Tuesday, 31 May 2016

ANJING MENGGONGGONG HANYA PADA ORANG ASING

Sudah hal biasa ketika melihat anjing di rumah menggonggong keras pada orang yang mereka tidak pernah temui sebelumnya. Bisa dibilang menggonggong pada orang asing.

Kalimat itu yang saya dengar dari salah satu teman saya. Bahkan anjing hanya menggonggong hanya pada orang yang tidak mereka kenal. Lain halnya ketika anjing itu mengenal dengan baik orang yang mereka temui. Bahkan anjing akan menurut dan setia tanpa gonggongan kejam.

Lalu?.
Tak jarang kita menemui berbagai orang yang hanya hobi mencemooh tanpa kenal siapa diri kita. Yang mereka bisa hanya mengomentari setiap gerak gerik kita.

Bahkan mereka tanpa sadar lebih buruk dari yang dicemooh. Bukan maksud mengganggap orang lain sebagai anjing yang hanya bisa menggonggong pada orang yang baru mereka kenal. Tapi kita adalah seorang yang harusnya menyadari apa yang lebih baik kita gonggongkan dan apa yang kita diamkan. Bahkan anjingpun tahu mana yang harus ia tandai dengan gonggongannya mana yang tidak. Bukan kah anjing lebih baik daripada kita yang manusia. Manusiapun menggonggong bahkan pada orang yang sudah mereka kenal. Tidak kah anjing lebih baik?.

Guys, kita manusia bukan anjing atau bahkan lebih najis dari anjing. Kita manusia. Kita memiliki setiap apa yang tidak dimiliki hewan, termasuk anjing. Coba direnungkan. Setiap apa yang kita bicarakan memang tidak ada salah atau benar, orang itu mulut-mulut kita. Pertanggung jawaban juga milik kita bukan orang lain. Tapi apakah kalian sempat berpikir tidak jarang omongan yang kita anggap tidak menyakitkan namun dihati orang lain sangat menyayat hati?. Think before speak. Yah intinya ngaca dulu lah kalo mau ngomong. Life's too short to make the other getting sad. So be awesome, be a good people.

Semoga kita tak lebih buruk daripada anjing.