Tuesday, 31 May 2016

If Just A Memories





Sejak saat itulah mulai kulihat suatu cahaya. Tapi sejak itu pula yang kupandangi hanya sebuah hamparan tanpa ujung tak tergapai. Angan pun tak berbeda dengan asa. Semua yang terlihat hanya ketukan jemari menabahkan hati. Apakah hati sedih. Tidak. Apakah bahagia. Suatu kebohongan. Inilah hati yang menanti kebohongan gugurnya daun-daun indah musim dingin. Kamu. Kamu. Kamu. Kamu. Apakah doa dari hati hanya untuk kamu. Apakah ini pertanyaan apakah ini suatu pernyataan. Apa beda kedua nya, jika hanya ungkapan hati seorang penanti guguran daun suatu musim dingin tanpa kehangatan. Hanya suatu ketakutan.  Jika hanya sebuah ingatan.